Kamis, 21 Februari 2013

asal usul ilmu kalam


                         
                            ASAL USUL SEBUTAN ILMU KALAM
            Didalam nas-nas kuno tidak terdapat perkataan al-kalam yg menunjukkan suatu ilmu  yg berdiri sendiri, sebagaimana yg sekarang . arti semula dari perkataan  Al-Kalam ialah kata-kata yg tersusun yg menunjukkan suatu maksud . Kemudian di pakai untuk menunjukkan  salah satu sifat Tuhan . yaitu sifat berbicara. Dalam Al-qur’an banyak kita dapati perkataan Kalamullah seperti dlm ayat 6 Al-Baraah
           Ayat 75 Al-Baqarah ayat 253 Al-Baqarah, ayat 164 An-Nisa’.
Perkataan  Al-Kalam untuk menunjukkan suatu Ilmu yg berdiri sendiri sebagaimana yg kita kenal sekarang . untuk pertama kali nya di pakai pada masa Abasiyah yaitu pada masa Al-Makmun. Sebelum masa tersebut  pembahasan ttg kepercayaan-kepercayaan dlm Islam di sebut Al-Fiqhu Fiddin sebagai imbangan Al-Fiqhu Fi’ilmi
Assyahrastani berkata Sbb: setelah Ulama’ Mu’tazilah mempelajari kitab-kitab filsafat ygdi terjemahkan pada masa Al-makmun . mereka mempertemukan  cara ( Sistim ) filsafat dg sistim ilmu kalam dan di jadikan Ilmu yg berdiri sendiri & dinamakan Ilmu Kalam. Sejak itulah di pakai perkataan  Al-Kalam untuk Ilmu yg berdiri sendiri.
Ilmu kalam ini menyerupai Ilmu teologi bagi orang masehi. Ahli Ilmu kalam di sebut Mutakallimin golongan ini bisa di anggap sebagai golongan yg berdiri sendiri yg menggunakan akal fikiran dlm memahami Nas-Nas ( tek-tek ) agama & mempertahankan kepercayaan-kepercayaan nya
Mereka berbeda dg golongan Hambali yg berpegang teguh kpd kepercayaan-kepercayaan orang salaf. Berbeda juga dg orang tasawuf  yg mendasarkan pengetahuan  nya  (ilmu nya,ma’rifah ) kepada pengalaman batin dan renungan atau Kasyf ( terbuka dg sendiri nya ) .Mutakallimin juga berbeda dari golongan Filosof yg mengambil oper pemikiran – pemikiran filsafat yunani dan yg menganggap bahwa filsafat itu benar seluruh nya.
Juga  mereka berbeda dg golongan Si’ah yg mengatakan bahwa dasar utama untuk ilmu bukan yg di dapati akal, bukan pula yg di dapati dari dalil Naqal ( Qur’an , Hadis )m mereka tetapi di dapati  dari imam – imam mereka yg suci ( Ma’sum }




An-Nisa’ ayat 164
و كلم الله موسى تكليما
Dan Allah telah berbicara kepada  Musa secara langsung ( QS. An-Nisa’ 164 )
          ا فتطمعون ان يؤمنوا لكم وقد كان فريق منهم يسمعون كلام الله ثم يحرفونه
         من بعد ما عقلوه وهم يعلمون ( البقرة 75)
Apakah kamu masih mengharapkan  mereka akan percaya kepadamu , padahal segolongan dari mereka mendengar kalam Allah, lalu mereka mengubah nya setelah mereka memahami nya, sedang mereka tdk mengetahui


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar